Browse By

Lombok Terus Tingkatkan Branding Wisata Halal

Ratusan Buyer + Pengusaha Pariwisata Halal foto bersama di event IHTF 2017. (Istimewa)

Ratusan buyers dan pengusaha Pariwisata Halal Nasional foto bersama di sesi gathering IHTF 2017. (Istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkatkan infrastruktur pariwisata halal. Upaya ini dilakukan setelah Pemprov NTB menerima dua penghargaan skala global, yakni sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination dari UAE Abu Dhabi pada tahun 2015, 2016, plus penghargaan destinasi wisata bulan madu halal terbaik dunia tahun 2016. Berkat prestasi skala dunia tersebut, Pulau Lombok mendapatkan predikat atau identik dengan sebutan wisata halal. Efek lanjutan, di mata wisatawan dunia, khususnya para wisatawan Muslim, mulai melirik lokasi wisata Indonesia, khususnya berkunjung ke Pulau Lombok sebagai daerah tujuan berwisata.

Disamping itu, dari sisi branding, Provinsi NTB merupakan daerah yang paling giat promosi dan mengembangkan wisata halal. Itu ditandai dengan keberadaan Perda Wisata Halal, yang di Indonesia, baru NTB yang memiliki. Sebagai tujuan wisata halal, NTB yang secara historis memang memiliki sejumlah keunggulan dalam mempromosikan wisata halal. Selain itu juga didukung dengan faktor keindahan alamnya, keunikan seni budaya, kelezatan aneka kuliner tradisional, serta keramah tamahan masyarakat, sebagaimaa ciri umum bangsa Indonesia.

Sejumlah Buyer + Pengusaha Pariwisata Halal wefie di event IHTF 2017. (Istimewa)

CEO PT Royal Indonesia Travel, Imaduddin Indrissobir (kanan) bersama sejumlah buyers & pengusaha Pariwisata Halal wefie di sesi gathering IHTF 2017. (Istimewa)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan ada tiga provinsi yang ditetapkan menjadi destinasi wisata halal di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Aceh, dan NTB. Ke depan program wisata halal akan menyasar semua wilayah di Indonesia, namun untuk saat ini Kemenpar masih fokus menetapkan tiga daerah itu. Maka dari itu, untuk bisa mendorong ketiga destinasi wisata halal tersebut, Kemenpar meminta dukungan semua pihak termasuk Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia).

Untuk menjadi tujuan utama wisata halal, pemerintah kabupaten setempat pada 2016 lalu menargetkan terdapat 100 hotel dan restoran yang mendapat sertifikat dan standarisasi halal dari Badan Sertifikasi Halal MUI.

Pemerintah NTB telah meningkatkan kapasitas infrastruktur wisata halal, seperti perbaikan bandara penerbangan internasional, melobi maskapai penerbangan agar menambah rute perjalanan dari dan ke Lombok-Sumbawa, seperti maskapai Air Asia yang terbang langsung dari Lombok ke Malaysia tiga kali sehari, setelah sebelumnya hanya tiga kali seminggu. Serta strategi penyiapan sarana-prasarana lainnya. Pemprov NTB juga menyiapkan sejumlah destinasi kunjungan wisata halal seperti Desa Sade, Islamic Center, Masjid Kuno Karang Bayan, Sesaot, Jurang Malang, Benang kelambu, Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis, sebagai spot wisata halal, yang pantas dikunjungi.

CEO PT Royal Indonesia Travel, Imaduddin Indrissobir (kiri) dan pengusaha Pariwisata Halal wefie saat sesi gathering event IHTF 2017. (Istimewa)

CEO PT Royal Indonesia Travel, Imaduddin Indrissobir (kiri) dan pengusaha Pariwisata Halal wefie saat sesi gathering event IHTF 2017. (Istimewa)

Merasa menjadi pioner dalam pengembangan wisata halal di Indonesia, Pemprov NTB melalui Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) menyelenggarakan International Halal Travel Fair (IHTF) 2017 pada 14-17 September 2017 kemarin. IHTF-2 ini juga merupakan rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2917 dan telah masuk dalam kalender even tahunan Dispar NTB. Berikut rangkuman laporan kami dari Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang memenuhi undangan Panitia Penyelenggara IHTF 2017 tersebut. Lokasi utama IHTF 2017 kali ini digelar di Gedung Islamic Center Mataram, Lombok, NTB.

Maksud dan Tujuan Acara IHTF 2017
Maksud
1. Mempromosikan Lombok sebagai tujuan wisata halal
2. Menyosialisaskan Lombok sebagai Destinasi Halal ke dunia internasional, khususnya bagi wisatawan asing.
3. Meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana pariwisata global di Lombok-Sumbawa yang berbasis wisata halal.
Tujuan
1. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke sejumlah lokasi wisata halal NTB.
2. Penguatan branding lokasi wisata Lombok sebagai salah satu tujuan wisata halal yang telah menerima sejumlah penghargaan internasional.
3. Meningkatkan penyebaran informasi antar pengelola kawasan wisata dan pelaku pariwisata Indonesia maupun pelaku wisata di Lombok-Sumbawa pada khususnya.

Acara IHTF 2017 terdapat enam konsep acara selama empat hari, yakni welcome Dinner, International Halal Tourism Conference, dan Table Top IHTF 2017. Tiga konsep acara lain adalah IHTF Agreement, Post Tour to Sembalun, dan Farewell Dinner.

International Halal Travel Fair 2017 di Lombok - Royal Indonesia Travel (1)

Acara tersebut dihadiri sekitar 150 buyer serta sekitar 50-an seller (pelaku usaha wisatawan) dari tiga negara, yakni India, Brunei Darussalam dan Malaysia, serta Indonesia. Sejumlah wisatawan asal Malaysia sangat menyukai Lombok karena makanan halal yang tersedia di objek wisata. Wisatawan asal Malaysia juga memberikan predikat tersendiri bagi Lombok, yakni “Negeri Seribu Masjid”. Sejumlah wisatawan Malaysia mengaku melihat kemajuan pada Pulau Lombok dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pesatnya perkembangan industri pariwisata. Pejabat Pemprov NTB yang membuka acara menyampaikan harapan agar jumlah wisatawan lokal dan asing meningkat sampai sekitar 3,5 juta jiwa orang pasca ajang IHTF 2017 tersebut.

Maka dari itu, para seller diharapkan turut membantu mempromosikan sejumlah spot wisata Pulau Lombok-Sumbawa, khususnya, dan sejumlah lokasi wisata di NTB, umumnnya, kepada para wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemprov NTB diakui terus melakukan pembenahan sejumlah hal, seperti sarana dan prasarana, kelengkapan infrastruktur, serta kesiapan SDM pariwisata dalam mendukung pariwisata halal. Harapannya para wisatawan Muslim merasa nyaman dan aman selama berkunjung ke Lombok atau Sumbawa, sehingga mereka bisa menceritakan kesan menarik seperti keindahan, keramahan, kenyamanan, dan keamanan di lokasi wisata Lombok atau Sumbawa kepada sanak saudara di daerah atau negara asalnya.

Apalagi, ajang IHTF 2017 tersebut juga menjadi rangkaian acara Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2917 dan telah masuk dalam kalender even tahunan Dispar NTB. Sebaliknya, kalangan seller juga mengharapkan agar Pemprov NTB memberikan insentif dan program menarik sebagai daya pikat yang bisa dipromosikan/pasarkan kepada calon wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam kesempatan tersebut, usai kami mengikuti acara Table Top ini, siang harinya para peserta diajak mengunjungi Lembah Sembalun dan Festival Senggigi, yang juga merupakan destinasi Bulan Madu Terbaik Dunia, sehingga nantinya mereka juga dapat menjadikan Sembalun menjadi salah satu produk yang dipasarkan kepada para wisatawan lokal dan asing. (Humas PT Royal Indonesia Travel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *