Browse By

Menyapa Komunitas Muslim di Xi’an, Cina

Pengamen Tua di The Sanxian Street Master. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Pengamen Tua di The Sanxian Street Master. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Ada pepatah tua di Cina yang berbunyi:

Pergilah ke Shanghai dan engkau akan menemukan Cina dalam 100 tahun. Pergilah ke Beijing dan engkau akan menemukan Cina dalam 1.000 tahun. Lalu pergilah ke Xi`an maka engkau akan menemukan Cina dalam 3.000 tahun.

Dari pepatah diatas, sejumlah penulis perjalanan (travelwriter) berupaya membuka tabir Kota Xi’an, yang masih asing di telinga sebagian besar Muslim. Ada yang menemukan maknanya, yakni: Bila China diibaratkan sebagai sebuah pohon, maka Beijing adalah sebuah mahkota, dan Xi`an adalah akar yang terletak paling dalam. Xi`an yang merupakan ibukota dari propinsi Shaanxi dan didirikan 300 tahun sebelum Masehi, sehingga mempunyai peninggalan bersejarah yang sangat menarik dan layak dikupas. Dari upaya menemukan makna kerahasiaan Xi’an ini, konon menjadi titik awal berdirinya bangsa Cina. Penasaran? Ikutin terus ulasannya.

Warga Muslim dari Suku Hui di Ningxia. Hampir seluruhnya bernama Na. Sehingga nama masjidnya diberi nama Najiahu, masjid keluarga Na. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Warga Muslim dari Suku Hui di Ningxia. Hampir seluruhnya bernama Na. Sehingga nama masjidnya diberi nama Najiahu, masjid keluarga Na. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Nah, nama Kota Xi’an memang tidak sepular Shanghai dan Beijing, akan tetapi Xi`an menyimpan sejarah panjang yang menarik. Kok Xi’an? Apa istimewanya kota ini?

Mari kita telusuri bersama. Beberapa waktu lalu, CEO PT Royal Indonesia Travel, Imaduddin Indrissobir, berkesempatan mengunjungi tiga kota penting di Cina melalui program bertajuk “Sales Mission Tiongkok Daratan as Seller” di Cina. Itinerary-nya yaitu di Kota Xi’an, Yinchuan dan Beijing. Mengapa tiga kota tersebut jadi tujuan Sales Mission. Usut punya usut, Kota Xi’an merupakan kota dengan jumlah Muslim terbanyak di Cina. Bagi para wisatawan Muslim, termasuk Anda, yang berkunjung ke Cina, tentu tak lengkap jika tidak memasukkan Kota Xi`an dalam daftar kunjungan. Sebab, di kota ini terdapat komunitas Muslim yang cukup besar di Cina. Sebagian besar dari mereka berasal dari etnis Hui yang kini jumlahnya diperkirakan sekitar 50 ribu jiwa orang. Mungkin kini sudah bertambah.

Masjid Tua di Kota Xi'an, Cina. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Masjid Tua di Kota Xi’an, Cina. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Penelusuran penulis dari berbagai sumber, Kota Xi’an dihuni komunitas Muslim karena merupakan jaringan rute perdagangan jalur sutera yang sangat terkenal, diawali dari Konstantinopel (Turki), kemudian menuju ke daratan Cina-Eropa-Amerika. Jalur sutera adalah rute perdagangan dari Timur menuju ke negara-negara Barat. Para pedagang Arab mencapai Cina melewati Jalur Sutera Lama, yang menghubungkan Eropa dengan Timur Jauh, melintasi Asia Tengah. Rute awalnya berasal dari Xi`an sebagai ibukota kerajaan China kuno selama 1.200 tahun (saat itu). Para kabilah/pedagang antarnegara berhenti di sepanjang jalur tersebut, diantaranya Binglingsi, Lanzhou, Dunhuang, Mogao, Urumqi, Turpan, dan Kashi hingga ke Mediterania. Karena menjadi noktah penting dalam sejarah Jalur Sutera, maka pantas bila Xi`an memiliki beberapa situs sejarah maupun peninggalan budaya yang cukup terkenal.

Xi'an Great Mosque, Kota Xi'an, Cina. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Xi’an Great Mosque, Kota Xi’an, Cina. (Foto Istimewa/Royal Indonesia Travel)

Satu-satunya Perusahaan Biro Travel

CEO Royal Indonesia Travel Imaduddin berkunjung atas undangan Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk menarik potensi Wisatawan Muslim Cina. Yang menarik, Royal Indonesia Travel merupakan satu-satunya perusahaan travel wisata Muslim di Indonesia yang diajak Kemenpar RI di acara ini. Selain Royal Indonesia, Kemenpar RI juga mengundang 10 pelaku usaha Muslim bidang lain, seperti Hotel Syariah, Spa Syariah, Kosmetik Syariah dan lain-lain.

CEO Imaduddin di depan Dong Lai Shun Muslim Restaurant, berada di sekitar wangfujing street, Beijing. Tersedia makanan halal untuk disantap. Pilihannya banyak : nasi goreng, nasi steam, kambing dengan berbagai variasi olahan, mie, sop, dll. (Foto Istimewa)

CEO Imaduddin di depan Dong Lai Shun Muslim Restaurant, berada di sekitar wangfujing street, Beijing. Tersedia makanan halal untuk disantap. Pilihannya banyak : nasi goreng, nasi steam, kambing dengan berbagai variasi olahan, mie, sop, dll. (Foto Istimewa)

Sedangkan Yinchuan juga merupakan kota yang ramah terhadap Wisatawan Muslim di Cina. Banyak penduduk Muslim di Yinchuan dan kental nuansa Islam. Penulis berharap, ajang yang diisiniasi TP3H Kemenpar RI ini membawa hasil positif bagi pengusaha pariwisata halal, maupun Pemerintah RI dan Pemerintah Cina, khususnya Pemkot Xi’an, Yinchuan dan Beijing. Seperti meningkatnya kunjungan Wisatawan Muslim Cina ke Indonesa dan begitu sebaliknya. Semoga peningkatan industri Wisata Halal Indonesia turut mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. InsyaAllah.

Kilas laporan kunjungan ini juga diinformasikan via Chirpstory dengan KLIK => https://chirpstory.com/li/368016

PT Royal Indonesia Travel siap melayani Wisatawan Muslim Indonesia siap melayani Wisata Muslim di berbagai negara.
Saat ini, Anda bisa menikmati Paket Wisata Halal Jepang Kekinian.

KLIK => https://goo.gl/DFyRBb
>> GRATIS Konsultasi Wisata Halal & Infomasi Paket <<

Hubungi Costumer Service kami

Civi : 0858-1046-9690
Rani : 0822-188-188-01
Eva : 0812-1718-189
Hotline : 021-2940-2232

Website : royalindonesia.id

Kunjungi Kantor Kami:
Kompleks Ruko Saladin Square
Blok C/No. 18, Jalan Margonda Raya No.39 (Seberang ITC Depok), Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Kode Pos 16431.

Sumber Tulisan: Laporan CEO PT Royal Indonesia Travel dan berbagai sumber.
Sumber Foto: Instagram @bungimad

(Humas Royal Indonesia Travel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *