Browse By

Muslim Maroko Sangat Toleran Dengan Umat Yahudi

gurun sahara

gurun sahara

Saat ini Maroko menjadi surga bagi para sineas kelas dunia yang ingin memproduksi film. Film ‘Babel’ yang mendapat nominasi Oscar pada tahun 2006, 60% syutingnya diambil di Maroko. Ini masih ditambah beberapa judul film lain seperti Charlie Wilson’s War, Rendition, In the Valley of Elah, Black Hawk Down, dan Kingdom of Heaven, yang menjadikan Maroko tak ubahnya Los Angeles-nya Afrika.

Pasca 11 September, beberapa film AS banyak yang berkaitan dengan Arab. Maroko dipilih karena menurut mereka sangat representatif menggambarkan setting Arab namun sangat aman karena warga yang sangat toleran dan ramah.

Menurut ‘Musthafa Abdul Rahman’, situasi itu adalah keberhasilan sistem monarki di Maroko telah menjadikan Islam dan modernitas berjalan seiringan. Islam dan modernitas berpadu harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik, di Maroko.

Dalam konteks sosial budaya, nilai pluralisme dalam kehidupan menjadi sendi peradaban modern yang tertancap cukup kokoh. Salah satu kasus adalah masalah kaum Yahudi Maroko yang hidup sangat aman di Maroko.

Raja Maroko berjanji melindungi komunitas Yahudi di negara itu. Saat ini ada sekitar 7.000 warga Yahudi di Maroko. Salah satu penasihat Raja bahkan berasal dari komunitas Yahudi. Sebagian warga Yahudi kini mayoritas berdomisili di Casablanca.

Menurut penuturan seorang anggota staf KBRI Rabat, warga Yahudi dari mancanegara rajin berziarah ke kuburan Raja Muhammad V di Rabat. Raja Muhammad V dikenal karena pernah melindungi kaum Yahudi di Maroko.

Warga Yahudi dengan pakaian tradisional yang hitam tampak sama sekali tidak canggung berjalan bersama dengan warga Arab, seakan jalanan di Maroko adalah adalah jalan Tel Aviv. Memang pernah terjadi pembantaian umat Yahudi di Fez tahun 1033 dan di Marrakech tahun 1232, akan tetapi umat Yahudi tidak mendapatkan perlakuan yang sama sejak masa protektorat Perancis tahun 1912.

Hal ini cukup spesial karena Maroko adalah Ketua Komite Al Quds (Jerusalem), sebuah lembaga yang bertugas untuk memelihara dan melindungi kota Al Quds dari aksi Yahudinisasi. Komite Al Quds adalah salah satu badan otonom dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *